Jumat, 27 Desember 2013

Berhari Raya Bersama Salafus Shalih (bag 3)

Written by Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari   
Kapan Disunnahkan Makan Pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha?
Dari Anas Radhiyallahu 'anhu ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma. [1]
Berkata Imam Al Muhallab:
Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fitri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksanakan shalat Id, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana. [2]
Dari Buraidah Radhiyallahu 'anhu ia berkata:
Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari raya kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya. [3]
Al Allamah Ibnul Qayyim berkata:
Adapun dalam Idul Adha, beliau tidak makan hingga kembali dari mushalla, lalau beliau makan dari hewan kurbannya. [4]
Al Allamah Asy Syaukani menyatakan dalam Nailul Authar:
Hikmah mengakhirkan makan pada hari Idul Adha adalah karena hari itu disyari'atkan menyembelih kurban dan makan dari kurban tersebut, maka bagi orang yang berkurban disyari'atkan agar berbukanya (makan) dengan sesuatu dari kurban tersebut. Ini dikatakan oleh Ibnu Qudamah. [5]
Berkata Az Zain Ibnul Munayyir:
Makannya beliau Shallallahu 'alaihi wasallam pada masing-masing Id terjadi pada waktu disyari'atkan untuk mengeluarkan sedekah khusus dari dua hari raya tersebut, yaitu mengeluarkan zakat fitri sebelum datang ke mushalla dan mengeluarkan zakat kurban setelah menyembelihnya. [6]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar