Minggu, 03 Agustus 2014

Ringkasan Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal Shaleh di Hari-Hari Terakhir Bulan Ramadhan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ :
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
(( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )) (آل عمران: ١٠٢).
(( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً )) [النساء:١].
(( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً )) [الأحزاب:٧٠-٧١].
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ ـ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
Senantiasa kita memuji Allah, yang telah melimpahkan kepada kita berbagai macam karunia dan rahmatNya.
Sesungguhnya bulan Ramadhan telah tersisa beberapa hari lagi, namun yang menjadi sebuah pemikiran buat kita, apakah bulan Ramadhan telah berbekas di hati-hati kita? apakah bulan Ramadhan telah memberikan kepada kita pendidikan-pendidikan yang agung? Karena ia merupakan madrasah, ia merupakan sekolah yang agung dalam menempa keimanan dan jiwa seorang hamba.
Ummatal Islam….seorang hamba di dalam kehidupannya sangatlah butuh kepada keimanan, seorang hamba di dalam kehidupannya sangatlah butuh kepada amalan shalih, karena hidup manusia tak akan pernah lama, 60 tahun, 70 tahun, atau mungkin paling lama 100 tahun, dan setelah itu ia akan mati dan meninggal dunia. Dan tentunya sebaik-baiknya yang ia bawa adalah amalan shalihnya. Sebagai bekal ia menuju surga yang ia inginkan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS Az-Zukhruf [43]: 72)
ummatal Islam, di bulan Ramadhan kita membiasakan berbagai macam amal, baik itu qiyamul laiyl, membaca Al-Quran, berdzikir kepada Allah, berpuasa, dan amalan shaleh lainnya. Dan semua itu kita lakukan semata-mata dalam rangka mengharapkan ridha dari Allah Ta’ala.
Silakan simak kelanjutan dari khutbah Jumat yang singkat namun bermanfaat ini dengan mendownloadnya sekarang juga. Semoga Bermanfaat.


Read more: http://www.radiorodja.com/memaksimalkan-amal-shaleh-di-hari-hari-terakhir-bulan-ramadhan-khutbah-jumat-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/#ixzz39K2cskWQ

Ringkasan Ceramah: “Wasiat Rasulullah: Beristiqomahlah”

Alhamdulillah, kita bisa melanjutkan kembali pembahasan dari kitab Al-Aqiidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya’lamuun (العقيدة اولا لو كانوا يعلمون), “Aqidah Terlebih Dahulu jika Mereka Mengetahui“, yang ditulis oleh Syaikh Shalih Thaha Abdul Wahid hafidzahullahu Ta’ala. Dan pembahasan dari kitab aqidah ini, masih berkenaan dengan wasiat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dimintakan oleh salah seorang sahabatnya, tentang wasiat atau nasihat. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada sahabatnya ini:
قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Katakanlah (olehmu): “Aku beriman kepada Allah, kemudian bersikap istiqomahlah.”” (Hadits riwayat Imam Muslim)
Para pendengar Radio Rodja yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari wasiat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabatnya secara khusus dan kepada kita secara umum, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar, kemudian bersikap istiqomah dalam keimanan tersebut, maka telah kita jelaskan pada pembahasan yang lalu tentang keutamaan-keutamaan dari beriman kepada Allah dengan keutamaan yang benar.


Read more: http://www.radiorodja.com/aqidah-prioritas-utama-wasiat-rasulullah-beristiqomahlah-3-september-2013-ustadz-arman-amri-lc/#ixzz39K16XfXx

Ringkasan Ceramah Agama: Lailatul Qadar, Lebih Baik dari Seribu Bulan

Saking agungnya Lailatul Qadar, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an yang agung pada Lailatul Qadar.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (القدر: ١)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar).” (QS Al-Qadar [97]: 1)
Kemudian, keagungan Lailatul Qadar yang kedua, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ (الدخان: ٣)
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS Ad-Dukhan [44]: 3)
Dan sering saya (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.-Ed) katakan, berkah memiliki 2 makna, yaitu “kebaikan yang banyak dan terus bertambah” dan “kebaikan yang tetap dan terus-menerus“.
Ayo kita simak pembahasan ceramah agama ini. Semoga kita terinspirasi untuk meraih Lailatul Qadar pada Ramadhan tahun ini, juga tahun-tahun berikutnya, karena kita telah mengetahui dari ceramah ini akan betapa agung dan mulianya Malam Qadar itu.


Read more: http://www.radiorodja.com/lailatul-qadar-lebih-baik-dari-seribu-bulan-ustadz-ahmad-zainuddin-lc/#ixzz39K0asXSd